RENCANA KENAIKAN BBM BERDAMPAK PADA PENGERAJIN TAHU-TEMPE

penjualan terlihat sepi       Surabaya, Disamping faktor curah hujan yang     saat ini masih turun, isu rencana kenaikan   bahan   bakar  minyak  (BBM) per  tanggal 1  Juni  yang         sudah semakin berhembus  kencang  belakangan     ini  juga  membuat pedagang kebutuhan  pokok    dan  pengusaha  di  Sidoarjo – Surabaya  ini    semakin resah,  tak  terkecuali  pengusaha  pengrajin  tahu–tempe.  mereka  akan terancam  gulung  tikar  mengingat  kemungkinan  kenaikan  harga  BBM serta  harga   kedelai  yang  mahal.  “  Kalau  kita  para  pengerajin   tahu–tempe ini harus  membeli  kedelai  dengan  harga  pasar maka kami tidak akan memperoleh  keuntungan  sama  sekali, bahkan merugi kalau tidak menaikan  harga   jual   kita   kepada  konsumen ” kata  Basuki  46  tahun seorang pengerajin tahu-tempe di kawasan Spande-Sidoarjo.
Terkait   dengan   kenaikan  harga  jual  tahu-tempe  tersebut  Basuki mengatakan  para  pengerajin  tahu-tempe  tidak  akan berani  menaikan harga atau  mengurangi porsi karena mereka khawatir barang dagangan mereka  tidak  akan  laku,  disamping  para  konsumen sudah merasakan mengenai rasa dan  kwalitas  dari  hasil  kami.  “Pembeli  akan  lari  kalau harga tahu-tempe naik atau porsinya menjadi lebih kecil dari biasanya” jelasnya.
Ia   berharap    pemerintah    mengimbangi    rencana    menerapkan kebijakan  BBM  dengan  memberikan  kedelai  bersubsidi   kepada   para pengerajin tahu-tempe.  Ia  menjelaskan  keuntungan  pengerajin  tahu-tempe di desa Spande–Sidoarjo makin berkurang setelah  harga  kedelai naik. menurut dia, adanya kelangkaan solar pun juga memicu  kesulitan para pengrajin tahu-tempe karena harus menambah pengeluaran untuk biaya    penggilingan   kedelai   yang    besarnya   antara  Rp. 2.000,-  per enam kg.
“Biasanya  kami   para  pengerajin  itu  menggiling  kedelai  sendiri-sendiri dengan memanfaarkan  mesin penggiling berbahan dasar solar,” ucapnya   dan   menurut   Suwadji   48   tahun   pengerajin   khusus  tahu, menurut   dia  “ mesin  penggiling   kedelai   milik   para  pengerajin  tahu semuanya  menganggur  tidak  pernah  dimanfaatkan   karena   kesulitan memperoleh bahan baker solar sejak dua bulan terakhir. (eka_snapshoot)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s