BBM Naik, Penjualan Mobkas Menurun

rusak-lahan-yang-terpakai-kendaraan-proyek-menggangu-aktifitas-para-perantara

rusak-lahan-yang-terpakai-kendaraan-proyek-menggangu-aktifitas-para-perantara

Rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) rupanya tidak terlalu berpengaruh terhadap perkembangan penjualan Mobil Bekas (mobkas) di wilayah. Harga mobil bekas yang cenderung stabil, merubah pandangan masyarakat bahwa untuk memiliki sebuah mobil tidak harus mengeluarkan biaya besar. Akan tetapi tetap harus memperhatikan kondisi mobil dan kelengkapan suratnya. Karena beberapa hal itulah muncul sebuah asosiasi pedagang mobkas didaerah Embong Macan yakni Ikatan Pedagang dan Perantara Mobil (IPPM)

Assosiasi yang diketuai oleh Akhmad Mubarok itu sekarang  telah beranggotakan sekitar 500 orang dan yang telah mendaftar ulang ada sekitar 220 orang orang yang tersebar diseluruh wilayah Surabaya seperti  diwilayah Dukuh Kupang, Diponegoro, Demak, Dharmawangsa, Baratajaya, Kertajaya, Waru, dan tersebar diwilayah lainnya baik yang bersifat perorangan maupun yang bersifat showroom. Dan termasuk juga yang ikut dalam pameran-pameran mobkas Surabaya Great Expo 2013 di Tunjungan Plaza III dan di Jatim Expo kemarin.

Di Embong Macan, kita bisa menemui beberapa penjual mobil bekas dan kita bisa secara langsung menilai mobkas yang hendak kita pilih. Meski para penjual membantu menjelaskan kondisi mobkas yang dijual, tidak sedikit orang yang datang hendak membeli membawa teknisi sendiri untuk mengecek kondisi kendaraan. Hal tersebut merupakan tindakan antisipasi saja apabila ada yang bertindak curang dalam proses jual beli

Meski harga mobkas masih tergolong stabil, akan tetapi menurut Suwito salah satu anggota IPPM mengatakan bahwa para pembeli sekarang lebih fokus kearah antisipasi terhadap kenaikan BBM, sebelum membeli sebuah mobil bekas. “Masyarakat saat ini masih fokus untuk menghadapi kenaikan BBM dalam waktu dekat, jadi untuk membeli mobkas masih dipikir-pikir dulu,”ungkapnya kepada Binis Surabaya pekan lalu.

Akibat kenaikan ini, meski berpengaruh terhadap statistik penjualan mobkas, ternyata ada dampak lain yang ditimbulkan dari penyebab menurunnya penjualan mobkas dikawasan Embong Macan ini. Yaitu adanya proyek pembangunan sebuah gedung yang terdapat disamping kantor IPPM tersebut. Dampak pembangunan tersebut membuat para perantara kehilangan lahan buat memamerkan mobil dagangannya yang biasa di parkir di area kawasan embong macan tersebut.

Dampak lingkungan yang disebabkan oleh pembangunan tersebut jalan menjadi becek dan truk-truk yang parkir di lokasi tersebut banyak memakan lahan parkir yang biasanya di pakai para perantara Mobkas ini memajang barang dagangannya. Akibatnya para pembeli pun sering melihat kekosongan barang akibat para perantara tidak memajang Mobkas nya karena takut kena dampak lingkungan dari pembangunan proyek tersebut.

“Kami selaku pengurus telah mengajukan berbagai permohonan agar di berikan sebuah ganti rugi kepada para anggotanya yang diakibatkan oleh adanya pembangunan tersebut, tapi sampai saat ini belum ada realisasi ataupun surat balasan dari pihak terkait “ ungkap Suwito

Sejak adanya pembangunan tersebut para anggota IPPM pun merasa kesulitan jika akan mengadakan pameran Mobkas  dikarenakan lahannya sebagian banyak terpakai oleh truk-truk proyek dan kondisi jalan menjadi becek akibat proyek tersebut. “Kami berharap pihak terkait bisa mengerti kondisi keadaan kami sebelum dan sesudah adanya proyek tersebut aktifitas kami jadi terganggu” ungkap salah satu anggota yang kebetulan ada disekitar kantor IPPM tersebut.

Selain faktor-faktor diatas biasanya puncak tertinggi penjualan mobil bekas itu menjelang hari raya tapi dengan adanya berita kenaikan BBM itu penjualan bulan ini menurun di tambah dengan tidak adanya koleksi barang dagangan yang biasanya terpampang disekitar kantor. Maka jika ada pembeli yang akan datang melihat barang dagangan, harus datang kerumah para perantara itu.

Disisi lain penjualan motor bekas yang berada di wilayah Raden Saleh menurut Budi salah satu perantara motor bekas di wilayah tersebut mengatakan bahwa penjualan motor bekas di wilayah Raden Saleh tersebut masih sangat stabil meski ada pemberitahuan bahwa BBM akan naik. Itu dikarenakan para pembeli  akan sangat membutuhkan alat transportasi yang simple dan menghindar dari macet ketika akan melakukan perjalanan mudik di hari raya nanti.

“Kalau memakai motor kan bisa lebih irit mas, meskipun harga bensin naik tetapi perawatan dan borosnya pun tidak seperti memakai mobil” demikian ungkap Suwarno salah satu pembeli motor bekas diwilayah Raden Saleh tersebut. Dengan adanya hal-hal tersebut para pengurus assosiasi berharap agar pemerintahpun bisa lebih perduli dan memperhatikan kondisi mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s